H. Pembuatan Peta

Posted on 07.58 by Jurnal Geologi

Data hasil pengamatan dan pengukuran unsur-unsur struktur geologi ditampilkan dalam peta kerangka geologi (untuk pemetaan geologi pendahuluan dan lanjut) atau peta lokasi pengukuran unsur struktur (untuk skrispsi dengan kajian khusus bidang struktur).

Di dalam peta kerangka geologi yang lazim ditampilkan adalah hasil pengukuran jurus dan kemiringan lapisan batuan, indikasi gejala pensesaran, simbol litologi dsb. Oleh karenanya peta ini sangat penting karena berisi informasi segala gejala geologi hasil penelitian lapangan.

Ploting data unsur struktur seluruhnya harus ditampilkan dalam peta kerangka. Dalam hal ini apabila di dalam suatu lintasan pengamatan dijumpai singkapan yang rapat dan menerus maka sedapat mungkin data tersebut diplot ke dalam peta kerangka. Pada saat ini ada kendala untuk memplot data pengukuran unsur struktur sebanyak mungkin ke dalam peta kerangka, karena di dalam peta ini tidak hanya data struktur yang diplot namun simbol litologinyapun harus dicantumkan. Oleh karenanya perlu dibuat satu peta lagi yang khusus menggambarkan hasil pengukuran unsur struktur, yang dinamakan sebagai Peta Lokasi Unsur Struktur.

Peta lokasi unsur struktur ini menunjukan lokasi hasil pengukuran jurus dan kemiringan lapisan batuan, data cermin sesar, gejala pensesaran berupa breksi sesar, milonit, mata air panas dsb.

Peta lokasi struktur digunakan untuk merekontruksi pola jurus, dengan cara ini akan diketahui posisi dan jalur sumbu lipatan (jika ada) maupun jalur sesarnya. Lebih jauh lagi apabila dikompilasi dengan data stratigrafi dan paleontologi akan diketahui penyebaran batuannnya secara lateral.

Pada saat ini hasil rekontruksi pola jurus ditampilkan dalam peta tersendiri yang dinamakan sebagai Peta Pola Jurus Perlapisan Batuan. Selama ini rekontruksi pola jurus yang dilakukan oleh mahasiswa tidak memperhatikan elevasi (topografi) sebagai dasar dalam koreksi topografi (ingat hukum “V). Oleh karenanya hasil rekontruksi pola jurus hanya bersifat semu (karena ploting data jurus dan kemiringan lapisan batuan tidak pada tempat sebenarnya). Prosedur sebenarnya dalam merekontruksi pola jurus adalah dengan menyamakan kedudukan data pengukuran pada elevasi yang sama (Hal ini berlaku pula dalam pembuatan penampang geologi). Untuk kepentingan ini setiap data harus diproyeksikan pada level yang sudah ditentukan, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama (ingat waktu yang diberikan untuk menyelesaikan tugas ini maksimal 3 semester). Oleh karenanya laboratorium geodinamik yang berkepentingan dalam masalah ini memutuskan untuk mengganti Peta Pola Jurus Perlapisan Batuan menjadi Peta Struktur.

Peta struktur ini dibuat berdasarkan Peta Kerangka, Penampang struktur, stratigrafi dan umur batuan. Semua data pengukuran umsur struktur seluruhnya ditampilkan di dalam Peta Struktur (lihat contoh peta struktur pada lampiran).

Peta Geologi merupakan tujuan utama dalam pemetaan geologi. Peta geologi ini merupakan hasil analisis data dari peta kerangka, peta struktur, penampang geologi, rekontruksi pola jurus, stratigrafi dan umur batuan. (Semua data pengukuran Peta Struktur ditampilkan dalam Peta geologi).

Catatan :
Ukuran huruf di dalam peta beserta keterangan peta harus proposional, jelas dan rapih. Tidak boleh menggunakan tangan bebas.

No Response to "H. Pembuatan Peta"

Leave A Reply